Konnichiwa, Minna! Pernah mendengar kalimat seperti Honma?, Ookini!, atau Chau chau?
Meski terdengar berbeda dari bahasa Jepang yang biasa dipelajari di kelas, ternyata dialek Kansai atau Kansai-ben sangat populer dan sering digunakan, lho.
Nah, lewat artikel ini Cetta Japanese akan membahas dialek Kansai adalah apa, perbedaan dengan bahasa Jepang standar, hingga tips kapan sebaiknya menggunakan Kansai-ben. Issho ni benkyou shimashou!

Kenapa Penting Mengenal Dialek Saat Belajar Bahasa Jepang?
Sebagian besar kelas bahasa Jepang memang mengajarkan Hyoujungo (標準語) atau bahasa Jepang standar. Pasalnya, bahasa Jepang ini sering digunakan dalam buku pelajaran, ujian JLPT, maupun komunikasi sehari-hari.
Namun, cetz juga perlu tahu bahwa Jepang memiliki banyak dialek daerah (hōgen), salah satunya adalah Kansai-ben. Selain seru untuk dipelajari, Kansai-ben juga memiliki manfaat, khususnya jika cetz ingin tinggal di wilayah Kansai seperti Osaka, Kyoto, maupun Hyogo.
Beberapa alasan kenapa cetz sebaiknya mulai mengenal dialek Kansai antara lain:
- Percakapan terdengar lebih natural. Memahami Kansai-ben membuatmu tidak terdengar terlalu kaku atau seperti sedang membaca kalimat dari buku teks.
- Listening jadi lebih mudah. Karena cukup berbeda dari bahasa Jepang standar, mengenal kosakata dan pola kalimat Kansai-ben akan membantumu memahami percakapan sehari-hari dengan lebih baik.
- Banyak komedian, entertainer, hingga pengisi acara televisi Jepang berasal dari wilayah Kansai sehingga mereka sering menggunakan Kansai-ben dalam percakapan maupun penampilannya.
Apa Itu Dialek Kansai?
Dialek Kansai atau Kansai-ben (関西弁) merupakan salah satu dialek bahasa Jepang yang digunakan di wilayah Kansai, bagian barat Pulau Honshu, yaitu:
- Osaka
- Kyoto
- Hyogo
- Nara
- Shiga
- Wakayama
Secara historis, sebelum zaman Edo, wilayah Kansai merupakan pusat politik, budaya, dan ekonomi Jepang selama berabad-abad. Oleh karena itu, dialek Kansai dulunya dianggap sebagai bahasa standar para bangsawan dan pedagang.
Hingga hari ini, Kansai-ben tetap menjadi dialek daerah paling populer dan berpengaruh di seluruh Jepang. Meskipun disebut Kansai-ben, setiap prefektur sebenarnya punya variasi intonasi dan kosakatanya sendiri, cetz. Seperti Osaka-ben, Kyoto-ben, dan lain sebagainya.
Perbedaan Dialek Kansai dengan Bahasa Jepang Standar
Meskipun tata bahasanya masih sama, ada banyak kosakata dan ekspresi yang berbeda. Ini dia beberapa perbedaan dialek Kansai dan Bahasa Jepang standar yang sudah Cetta Japanese rangkum:
| Bahasa Jepang Standar | Kansai-ben | Arti |
| ありがとう (Arigatou) | おおきに (Ookini) | Terima kasih |
| 違う (Chigau) | ちゃう (Chau) | Bukan / berbeda |
| 本当? (Hontou?) | ほんま? (Honma?) | Benarkah? |
| とても (Totemo) | めっちゃ (Meccha) | Sangat |
| だめ (Dame) | あかん (Akan) | Tidak boleh |
| いくら? (Ikura?) | なんぼ? (Nanbo?) | Berapa harganya? |
| そうです (Sou desu) | せや (Seya) | Betul |
| ~ない (Nai) | ~へん (-Hen) | Tidak… |
Contoh Kalimat Sehari-hari dalam Kansai-ben
Agar lebih terbayang bagaimana dialek Kansai digunakan dalam percakapan nyata, yuk intip beberapa contoh kalimat beserta perbandingannya dengan bahasa Jepang umum:
Bahasa Jepang umum:
全然 分からない。
Zenzen wakaranai
Gak tahu sama sekali
Kansai-ben:
ほんまに分からん!
Honma ni wakaran!
Beneran gak tahu
Bahasa Jepang umum:
それは違うよ。
Sore wa chigau yo.
Itu berbeda.
Kansai-ben:
それちゃうやん!
Sore chau yan!
Bukan begitu!
Bahasa Jepang umum:
今日は行けない。
Kyou wa ikenai.
Hari ini gak bisa pergi.
Kansai-ben:
今日は行けへん。
Kyou wa ikehen.
Hari ini gak bisa pergi.
Gampangnya, jika cetz mendengar karakter mengucapkan kalimat berakhiran “…ya” (penegas/da), “…yan” (kan?), atau “…hen” (tidak), bisa dipastikan mereka sedang memakai dialek Kansai!
Anime yang Menggunakan Dialek Kansai
Kalau sering menonton anime, sebenarnya cetz mungkin sudah berkali-kali mendengar Kansai-ben. Ini dia karakter anime yang sering pakai Kansai-ben:
1. Haikyuu!! – Miya Atsumu & Miya Osamu
Di Haikyuu!!, karakter si kembar Miya Atsumu dan Miya Osamu berasal dari Prefektur Hyogo yang termasuk wilayah Kansai. Karena itu, keduanya sering menggunakan Kansai-ben ketika berbicara di luar pertandingan.
2. Detective Conan – Heiji Hattori
Kalau berbicara soal Kansai-ben, nama Heiji Hattori dari anime Detective Conan tentu menjadi salah satu yang paling ikonik. Detektif SMA asal Osaka ini hampir selalu menggunakan dialek Osaka saat berbicara dengan Conan maupun karakter lainnya.
3. Blue Lock – Yo Hiori
Karakter Yo Hiori di Blue Lock juga berasal dari wilayah Kansai. Meskipun tidak menggunakan dialek sekuat Heiji Hattori atau Miya Bersaudara, Hiori sesekali berbicara dengan intonasi Kansai-ben yang lebih lembut.
4. Bleach – Gin Ichimaru & Shinji Hirako
Dalam Bleach, beberapa karakter juga menggunakan dialek dari wilayah Kansai. Gin Ichimaru dikenal berbicara dengan Kyoto-ben, salah satu variasi dialek Kansai yang terdengar lebih halus, sopan, dan elegan. Sementara itu, Shinji Hirako menggunakan logat Osaka alias Osaka-ben yang lebih santai.
5. One Piece – Naniwa Pirates
Walaupun tidak menjadi karakter utama, Naniwa Pirates merupakan referensi menarik terhadap budaya Kansai di One Piece. Nama kru seperti Donai, Nanya, dan Honma diambil dari ungkapan khas dialek Osaka. Bahkan nama Naniwa sendiri merujuk pada nama kuno wilayah yang kini dikenal sebagai Kota Osaka.
Kapan Sebaiknya Tetap Menggunakan Bahasa Jepang Standar?
Meskipun Kansai-ben terdengar unik dan seru dipelajari, bukan berarti cetz harus langsung menggunakannya dalam setiap situasi. Bagi pembelajar asing, bahasa Jepang standar tetap menjadi bahasa utama yang aman untuk dipelajari.
Nah, sebaiknya cetz menggunakan bahasa Jepang umum ketika:
- Mengikuti ujian bahasa Jepang, seperti JLPT atau JFT-Basic.
- Wawancara kerja, baik untuk perusahaan Jepang maupun program magang dan Tokutei Ginou.
- Menulis email atau surat resmi, termasuk saat melamar pekerjaan.
- Presentasi atau rapat kerja, terutama jika melibatkan rekan dari berbagai daerah di Jepang.
- Berbicara dengan guru, dosen, atasan, atau orang yang baru dikenal, karena bahasa standar dianggap lebih sopan dan profesional.
Jadi, cetz bisa kuasai dulu bahasa Jepang umum. Namun, jika cetz berencana kuliah di Jepang atau bekerja di daerah Kansai, barulah cetz bisa mempelajari lebih dalam Kansai-ben.

Yuk, Belajar Bahasa Jepang Bersama Cetta Japanese!
Menguasai bahasa Jepang standar adalah langkah pertama sebelum mempelajari berbagai dialek seperti Kansai-ben. Namun, jika ingin belajar bahasa Jepang lebih terarah, kelas Super Intensive (Accelerated Program) akan membantumu mencapai target yang dituju.
Selain itu, Cetta Japanese juga punya kelas Japanese Conversation Program yang akan membantu cetz meningkatkan kemampuan speaking dan listening melalui latihan percakapan interaktif.
Di kelas ini, cetz akan mendapatkan berbagai keuntungan, seperti:
- Kurikulum intensif dan terstruktur yang membantu mengejar target kemampuan bahasa Jepang dalam waktu lebih singkat.
- Fokus pada percakapan nyata, sehingga cetz terbiasa mendengar berbagai ekspresi yang digunakan penutur asli, bukan hanya bahasa dari buku teks.
- Tutor profesional dan berpengalaman yang siap membimbing mulai dari level dasar hingga persiapan JLPT maupun JFT-Basic.
- Kelas live interaktif via Zoom, sehingga cetz bisa langsung berlatih speaking sekaligus mendapatkan feedback dari tutor.
- Akses ke Cetta Virtual Society, komunitas pembelajar bahasa online terbesar di Indonesia untuk latihan speaking, sharing materi, dan belajar bersama kapan saja.
Yuk, konsultasikan kelas bahasa Jepang yang cocok untukmu dengan admin Cetta Japanese dan rasakan sendiri serunya memahami anime hingga berdialog bersama native. Kyōshitsu de aimashō!