Sertifikasi Bahasa Jepang Selain JLPT: JFT sampai NAT-TEST

potret anak-anak yang mengerjakan sertifikasi bahasa Jepang selain JLPT
Daftar Isi

Konnichiwa, Minna! Selama ini, Japanese-Language Proficiency Test (JLPT) selalu menjadi primadona bagi para pembelajar bahasa Jepang.

Namun, masalahnya JLPT hanya diadakan dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juli dan Desember. Selain itu, kuota pendaftarannya di Indonesia sering kali ludes dalam hitungan menit!

Lantas, apa yang harus dilakukan jika dikejar deadline pengumpulan berkas pekerjaan atau beasiswa? Tenang, kamu bisa mengikuti sertifikasi bahasa Jepang selain JLPT.

Nah, di artikel ini Cetta Japanese akan membahas berbagai sertifikasi bahasa Jepang seperti JFT-Basic, NAT-TEST, hingga J-Test beserta fungsi dan pengakuannya. Yomimashou!

CTA Banner kursus bahasa Jepang untuk persiapan JLPT

1. JFT-Basic (Japan Foundation Test for Basic Japanese)

Sertifikasi bahasa Jepang selain JLPT yang pertama ada JFT-Basic dari The Japan Foundation. JFT-Basic (Japan Foundation Test for Basic Japanese) adalah ujian kemampuan bahasa Jepang. 

Dilansir Japan Foundation, ujian ini ditujukan bagi warga negara asing yang ingin bekerja dan hidup di Jepang. Tes ini mengukur apakah peserta memiliki kemampuan bahasa Jepang yang cukup untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari tanpa mengalami kesulitan.

Biaya pendaftarannya pun terbilang cukup ramah di kantong, itu sekitar Rp 550.000.

Ujian JFT-Basic memiliki beberapa kegunaan, yaitu:

  • Persyaratan program visa kerja Specified Skilled Worker (SSW/Tokutei Ginou)
  • Mengukur kemampuan komunikasi praktis sehari-hari
  • Bukti kemampuan bahasa Jepang untuk bekerja dan tinggal di Jepang

Biasanya, format ujian JFT-Basic menggunakan sistem Computer Based Testing (CBT). Sehingga, seluruh soal dikerjakan melalui komputer di lokasi ujian. 

Materi yang diujikan pun cukup menantang. Dengan total 50 soal dan durasi ujian 60 menit, berikut daftar materi yang akan diujikan:

Bagian UjianFokus Penilaian
Huruf dan KosakataHiragana, Katakana, Kanji, dan kosakata dasar
Percakapan dan UngkapanGrammar serta ekspresi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari
PendengaranMemahami percakapan, instruksi, dan pengumuman
Pemahaman BacaanMembaca pesan, surat, pengumuman, dan informasi sederhana

Berbeda dengan JLPT, JFT-Basic berfokus pada pencapaian standar CEFR A2 dengan skor minimal 10-250 poin. Artinya peserta dianggap mampu:

  • Berkomunikasi dalam situasi sehari-hari.
  • Memahami informasi dasar terkait pekerjaan dan kehidupan di Jepang.
  • Menjalani kehidupan sehari-hari di Jepang tanpa kesulitan besar.

2. NAT-TEST

Selanjutnya ada NAT-TEST yang diselenggarakan oleh Senmon Kyouiku Publishing Co., Ltd. Buat yang belum tahu, NAT-TEST adalah ujian kemampuan bahasa Jepang yang ditujukan bagi pembelajar yang bahasa ibunya bukan bahasa Jepang.

Tes ini mengukur kemampuan bahasa Jepang secara menyeluruh melalui tiga komponen utama, yaitu kosakata dan huruf, membaca, serta mendengarkan. 

Gak heran kalau standar dan struktur soal NAT-TEST Jepang bisa digunakan sebagai tolak ukur untuk mendaftar ujian masuk universitas dan visa pelajar Jepang. 

Biaya pendaftarannya pun cukup murah, yaitu sekitar RP 500.000. Pembayaran pendaftaran bisa kamu lakukan lewat Virtual Account, ya.

NAT-TEST memiliki lima tingkatan yang setara dengan ujian JLPT, yaitu

NAT-TESTSetara JLPT
Level 1N1
Level 2N2
Level 3N3
Level 4N4
Level 5N5

Materi yang Diujikan dalam NAT-TEST

Materi ujian NAT-TEST dibagi menjadi beberapa bidang sesuai level yang diikuti peserta.

Untuk level 1 dan 2, ujian terdiri dari dua bagian utama:

Bidang UjianMateri yang Diukur
Pengetahuan Bahasa dan Pemahaman BacaanHuruf Jepang, kosakata, tata bahasa, serta kemampuan memahami teks bacaan
Pemahaman MendengarkanKemampuan memahami percakapan dan informasi lisan dalam bahasa Jepang

Sementara itu, untuk level 3, 4, dan 5, ujian dibagi menjadi tiga bagian:

Bidang UjianMateri yang Diukur
Pengetahuan Bahasa (Karakter dan Kosakata)Hiragana, Katakana, Kanji, serta kosakata dasar bahasa Jepang
Pengetahuan Bahasa (Tata Bahasa) dan Pemahaman BacaanPola kalimat, grammar, serta kemampuan memahami teks sederhana
Pemahaman MendengarkanKemampuan memahami percakapan sehari-hari dan instruksi lisan

Salah satu keunggulan NAT-TEST dibanding JLPT adalah frekuensi pelaksanaannya yang lebih sering. Jika JLPT umumnya hanya diadakan dua kali dalam setahun, NAT-TEST diselenggarakan hampir setiap bulan.

Ujian ini diselenggarakan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Jadi, kepoin aja terus website NAT-TEST untuk update informasi terbarunya!

3. J-TEST

J.TEST atau Jitsuyou Nihongo Kentei merupakan salah satu sertifikasi kemampuan bahasa Jepang selain JLPT. 

Diselenggarakan oleh Japanese Language Examination Association (J.TEST), tes ini berfokusn adalah penggunaan bahasa Jepang secara praktis dalam kehidupan sehari-hari, pendidikan, maupun dunia kerja di Jepang.

Sama seperti NAT-TEST, biaya pendaftaran J-TEST pun hanya mematok sekitar Rp500.000.

Beberapa keunggulan J-TEST antara lain:

  • Mengukur kemampuan membaca, mendengarkan, dan penggunaan bahasa Jepang secara praktis.
  • Diakui oleh berbagai perusahaan, universitas, dan lembaga di Jepang.
  • Tersedia mulai dari level dasar hingga tingkat lanjut yang bahkan melampaui cakupan JLPT N1.
  • Peserta tetap memperoleh transkrip nilai meskipun tidak mencapai level tertentu.
  • Hasil ujian biasanya diumumkan sekitar tiga minggu setelah pelaksanaan ujian.

Tingkatan J-TEST

  • F–G Level → Pemula
  • D–E Level → Menengah
  • A–C Level → Lanjutan hingga mahir

Salah satu kelebihan J-TEST dibanding JLPT  adalah frekuensi pelaksanaannya yang lebih sering dibanding JLPT. 

Di Indonesia, J.TEST umumnya diselenggarakan 7 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Januari, Maret, Mei, Juli, Agustus, Oktober, dan November. 

Biasanya, yang mengambil tes ini adalah orang-orang yang membutuhkan sertifikat bahasa Jepang untuk studi lanjut di Jepang dengan cepat.

4. BJT (Business Japanese Proficiency Test)

Jika JLPT lebih fokus mengukur kemampuan bahasa Jepang secara umum, BJT (Business Japanese Proficiency Test) dirancang untuk menilai kemampuan berkomunikasi dalam lingkungan bisnis.

Tes ini diselenggarakan oleh The Japan Kanji Aptitude Testing Foundation dan telah digunakan sebagai indikator kemampuan bahasa Jepang oleh berbagai perusahaan maupun institusi pendidikan di Jepang

Berbeda dengan JLPT yang menguji kemampuan berdasarkan level N5 hingga N1, BJT mengukur kemampuan peserta melalui berbagai situasi bisnis. Ini dia materi yang diujikan:

  • Komunikasi dengan atasan dan rekan kerja
  • Percakapan dengan klien
  • Etika bisnis Jepang
  • Penggunaan keigo dalam lingkungan profesional
  • Membaca email bisnis
  • Memahami dokumen perusahaan
  • Menangani rapat dan negosiasi

Pendaftaran BJT pun cukup merogoh kocek, yaitu sekitar Rp 600.000 sampai 800.000.

Perlu diingat bahwa BJT menggunakan sistem skor 0–800 poin. Berikut kategori skorna:

SkorLevel
600–800J1+ (Kemampuan bisnis sangat tinggi)
530–599J1
420–529J2
320–419J3
200–319J4
0–199J5

Sehingga, tes ini akan cocok untuk berbagai kalangan yang ingin mengejar karier di Jepang. Seperti:

  • Mahasiswa yang ingin bekerja di Jepang
  • Peserta program tokutei ginou (SSW)
  • Profesional yang bekerja di perusahaan Jepang
  • Pelamar kerja yang ingin memperkuat CV
  • Karyawan yang sering berkomunikasi dengan klien Jepang

Apakah Perlu Ambil Lebih dari Satu Sertifikasi?

Jawabannya tergantung pada tujuan minasan belajar bahasa Jepang. Jika tujuan minasan hanya untuk mengukur kemampuan bahasa Jepang secara umum, maka satu sertifikasi seperti JLPT biasanya sudah cukup.

Namun, jika minasan memiliki target yang lebih spesifik, mengambil lebih dari satu sertifikasi bisa menjadi nilai tambah yang tepat.

Sebagai contoh:

TujuanSertifikasi yang Direkomendasikan

Kuliah di Jepang
JLPT, EJU
Kerja di JepangJLPT, JFT-Basic, BJT
Program SSW (Tokutei Ginou)JFT-Basic atau JLPT N4/N3 sesuai persyaratan bidang kerja
Melamar perusahaan JepangJLPT + BJT
Mengukur kemampuan secara berkalaNAT-TEST atau J.TEST

Ringkasan

Setelah melihat berbagai pilihan di atas, cetz mungkin menyadari bahwa JLPT bukan satu-satunya sertifikasi bahasa Jepang yang bisa diambil. Namun, ada beberapa kondisi yang perlu cetz pahami.

Setiap ujian memiliki fungsi yang berbeda:

  • JLPT cocok untuk mengukur kemampuan bahasa Jepang secara umum.
  • JFT-Basic banyak digunakan untuk kebutuhan kerja dan visa tertentu di Jepang.
  • J-TEST cocok bagi yang ingin mengukur kemampuan bahasa Jepang praktis.
  • NAT-TEST sering dipilih sebagai alternatif JLPT karena jadwal ujiannya lebih sering.
  • BJT berfokus pada kemampuan bahasa Jepang di dunia bisnis dan profesional

FAQ Seputar Sertifikasi Bahasa Jepang Selain JLPT

1. Apakah JLPT masih menjadi sertifikasi bahasa Jepang yang paling populer?

Ya. Hingga saat ini JLPT masih menjadi sertifikasi bahasa Jepang yang paling dikenal secara internasional.

2. Apakah NAT-TEST diakui di Jepang?

NAT-TEST merupakan sertifikasi kemampuan bahasa Jepang yang cukup dikenal dan sering digunakan untuk mengukur kemampuan belajar.

3. Apakah J-TEST bisa digunakan untuk melamar kerja di Jepang?

Bisa. J.TEST mengukur kemampuan bahasa Jepang secara praktis dan diakui oleh berbagai perusahaan maupun institusi pendidikan di Jepang.

CTA Banner kursus bahasa Jepang untuk persiapan JLPT

Pilih Sertifikasi yang Tepat? Mulai dari Kelas Speaking Cetta Japanese!

Apapun jenis ujian sertifikasi bahasa Jepang selain JLPT yang kamu pilih, kunci keberhasilannya tetap ada pada persiapan matang dan kelancaran berkomunikasi.

Nah, untuk membantumu melatih rasa percaya diri dan kefasihan berbicara, Cetta Japanese hadir dengan pilihan kelas Shokyuu dan kelas speaking intensive. Kelas ini cocok untuk membangun fondasi kemampuan bahasa Jepangmu.

Di kelas ini, kamu bakal mendapatkan keuntungan:

  • Tutor Berpengalaman & Interaktif: Kamu akan dibimbing oleh mentor profesional yang pernah tinggal di Jepang dan memiliki sertifikasi N3-N1.
  • Kurikulum Praktis & Terstandarisasi: Materi kelas Shokyuu dirancang terstruktur dari dasar agar kamu menguasai grammar serta ribuan kosakata baru dengan asyik.
  • Akses Rekaman Sesi Kelas: Cetz tidak perlu takut ketinggalan materi karena setiap sesi live via Zoom akan direkam dan bisa kamu putar kembali kapan saja.
  • Komunitas Belajar Bebas Judgment: Bertemu dengan teman-teman sefrekuensi di Cetta Virtual Society yang memiliki visi yang sama, membuat atmosfer belajar terasa seru, suportif, dan anti-minder.

Mau konsultasi kelas dulu untuk tahu level kemampuanmu saat ini atau ingin langsung mendaftar? Yuk, jangan ragu untuk chat admin Cetta Japanese melalui WhatsApp sekarang juga! Kyoushitsu de aimashou!

Daftar Isi
Artikel Terbaru
Tata Bahasa JLPT N3 Tentang Perbedaan Nagara
Tata Bahasa JLPT N3 – Perbedaan ながら sambil & ながら(も)Walaupun/Padahal/Namun

Pada kesempatan kali ini sensei akan memberikan penjelasan…

Kosakata JLPT N3 tentang Kata sifat Na
Kosakata JLPT N3 – Kata Sifat Na

皆さんお元気ですか? Hallo apa kalian sehat? Semoga sehat selalu…

Kosakata bahasa Jepang tentang Kata Sifat-I
Kosakata JLPT N3: Kata Sifat-I

皆さんお元気ですか? Hallo apa kalian sehat? Semoga sehat selalu…