Punya impian kerja part-time (arubaito) atau mengincar visa Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker/SSW) di sektor kuliner Jepang, tetapi masih grogi saat harus menyapa pelanggan lokal dengan bahasa sopan?
Memahami bahasa Jepang untuk kerja restoran bukan hanya soal hafal kosakata. Kamu juga perlu menguasai frasa pelayan restoran bahasa Jepang, termasuk kalimat menyapa tamu restoran Jepang hingga ungkapan saat mengantar makanan ke meja.

Peluang Kerja Sektor F&B dan Perhotelan di Jepang
Sektor food service memang menjadi salah satu bidang yang menerima pekerja asing melalui skema SSW.
Namun, dalam kondisi terbaru perlu diperhatikan, pada Februari 2026, jumlah pemegang SSW 1 di bidang food service sudah sekitar 46.000 orang dan pemerintah Jepang menetapkan batas penerimaan 50.000 orang.
Karena jumlah tersebut diperkirakan terlampaui, penerbitan Certificate of Eligibility (COE) untuk SSW 1 bidang ini mulai tanggal 13 April 2026 dihentikan sementara.
Untuk jalur arubaito, mahasiswa asing dengan izin kerja tambahan (permission to engage in activity other than that permitted) pada umumnya boleh bekerja maksimal 28 jam per minggu, atau hingga 8 jam per hari selama libur panjang institusi pendidikan. Jadi, jalur kerja yang kamu pilih perlu disesuaikan dengan status izin tinggalmu.
Kemampuan bahasa tetap penting karena pekerjaan SSW bidang food service secara resmi mencakup pelayanan seperti mengantar pelanggan ke meja, menawarkan menu, menerima pesanan, menyajikan makanan, menerima pembayaran, menyiapkan area makan, hingga menangani keluhan.
Untuk SSW 1 food service, pemerintah Jepang juga menetapkan kemampuan bahasa minimal melalui JFT-Basic atau JLPT N4 ke atas.
Artinya, kemampuan bahasa bukan sekadar nilai tambah, tetapi menjadi bagian dari persyaratan resmi jalur tersebut.
Kalau kamu sedang mempersiapkan diri untuk bekerja di Jepang, memahami pilihan profesinya juga penting agar kosakata yang dipelajari sesuai dengan bidang yang dituju, kamu bisa melihat daftar nama pekerjaan dalam bahasa Jepang sebagai langkah awal mengenali istilah profesi.
Kumpulan Kosakata dan Frasa Bahasa Jepang untuk Pekerja Restoran
Supaya kamu tidak bingung dan tetap percaya diri saat bertugas di area depan (hall) maupun belakang (kitchen), berikut kumpulan kosakata penting yang sudah dikelompokkan sesuai kebutuhan operasional kerja.
1. Frasa Wajib Saat Melayani Tamu (Menyambut, Mengambil Pesanan, dan Mengantar Makanan)
Frasa berikut mencakup situasi yang umum muncul sejak pelanggan datang, memesan, sampai makanan disajikan. Contoh penggunaannya juga sejalan dengan materi pelayanan restoran yang digunakan dalam program pelatihan pemerintah Jepang.
| Tulisan Jepang (Kanji/Kana) | Romaji | Arti Bahasa Indonesia | Konteks Penggunaan |
| いらっしゃいませ。 | Irasshaimase | Selamat datang. | Menyambut pelanggan yang masuk. |
| 何名様ですか。 | Nanmei-sama desu ka? | Berapa orang? | Menanyakan jumlah pelanggan. |
| お席をご用意いたします。 | Oseki o goyōi shimasu. | Kami siapkan tempat duduknya. | Mengarahkan pelanggan ke tempat duduk. |
| ご注文はお決まりですか。 | Gochūmon wa okimari desu ka? | Apakah pesanannya sudah ditentukan? | Menanyakan kesiapan pelanggan memesan. |
| ご注文をお伺いします。 | Gochūmon o ukagai shimasu. | Saya akan mencatat pesanan Anda. | Mulai mengambil pesanan. |
| かしこまりました。 | Kashikomarimashita. | Baik, saya mengerti. | Merespons permintaan atau pesanan pelanggan. |
| ご注文を確認いたします。 | Gochūmon o kakunin itashimasu. | Saya akan mengonfirmasi pesanannya. | Mengulang pesanan untuk memastikan tidak ada kesalahan. |
| 少々お待ちくださいませ。 | Shōshō omachi kudasai | Mohon tunggu sebentar. | Meminta pelanggan menunggu. |
| お待たせいたしました。 | Omatase itashimashita. | Maaf sudah membuat Anda menunggu. | Saat mengantarkan makanan atau minuman. |
| どうぞごゆっくりお召し上がりくださいませ。 | Dōzo goyukkuri omeshiagari kudasai | Silakan menikmati hidangannya. | Setelah menyajikan makanan. |
| お会計はご一緒でよろしいですか? | Okaikei wa goissho de yoroshii desu ka? | Apakah pembayarannya digabung? | Saat proses pembayaran. |
Okaikei (お会計) berarti pembayaran/tagihan, bukan nama tindakan “membayar” itu sendiri.
Sementara itu, materi resmi pemerintah Jepang untuk pelayanan restoran memang menggunakan ungkapan seperti irasshaimase, gochūmon o ukagai shimasu, kashikomarimashita, dan omatase shimashita.
2. Kosakata Khusus Dapur dan Operasional Restoran
Di area dapur, kamu akan lebih sering menemukan istilah yang berkaitan dengan pesanan, proses memasak, peralatan, serta kebersihan. Karena beberapa istilah dapat berbeda menurut jenis restoran, tabel berikut hanya memasukkan kosakata umum yang penggunaannya jelas.
| Tulisan Jepang (Kanji/Kana) | Romaji | Arti Bahasa Indonesia | Konteks Penggunaan |
| 厨房 | Chūbō | Dapur | Area tempat makanan dipersiapkan. |
| キッチン | Kicchin | Dapur | Sebutan “kitchen”, umum dalam konteks restoran. |
| 注文 | Chūmon | Pesanan | Pesanan makanan atau minuman pelanggan. |
| 通し | Tōshi | Penerusan pesanan ke dapur | Istilah operasional untuk meneruskan pesanan agar mulai diproses. |
| 調理器具 | Chōri kigu | Peralatan memasak | Berbagai alat yang digunakan untuk memasak. |
| 包丁 | Hōchō | Pisau dapur | Alat untuk memotong bahan makanan. |
| まな板 | Manaita | Talenan | Alas untuk memotong bahan makanan. |
| 食材 | Shokuzai | Bahan makanan | Bahan yang digunakan untuk membuat hidangan. |
| 洗浄 | Senjō | Pencucian | Proses mencuci peralatan atau area tertentu. |
| 消毒 | Shōdoku | Disinfeksi | Proses mengurangi atau menghilangkan mikroorganisme dengan metode disinfeksi. |
Untuk pekerjaan restoran, istilah operasional seperti chūmon (pesanan) penting karena berkaitan langsung dengan alur pelayanan dari pelanggan ke dapur.
Pemerintah Jepang sendiri memasukkan proses menerima pesanan dan penyediaan makanan sebagai bagian dari pekerjaan food service dalam skema SSW.
3. Ungkapan Sopan (Keigo Dasar / Baito Keigo) yang Wajib Dikuasai Pelayan
Di bagian ini, yang perlu kamu pahami bukan sekadar menghafal bentuk kalimat, tetapi juga siapa yang menjadi subjek dan kepada siapa ungkapan tersebut ditujukan.
Badan Kebudayaan Jepang menjelaskan bahwa keigo mencakup beberapa bentuk, termasuk sonkeigo (bahasa hormat), kenjōgo (bahasa merendahkan), dan teineigo (bahasa sopan).
| Tulisan Jepang (Kanji/Kana) | Romaji | Arti Bahasa Indonesia | Konteks Penggunaan |
| 承知いたしました。 | Shōchi itashimashita. | Baik, saya sudah memahami. | Merespons permintaan pelanggan secara sopan. |
| 申し訳ございません。 | Mōshiwake gozaimasen. | Mohon maaf. | Meminta maaf ketika terjadi masalah atau kesalahan. |
| お待たせいたしました。 | Omatase itashimashita. | Maaf sudah membuat Anda menunggu. | Saat pelanggan menunggu pelayanan atau pesanan. |
| かしこまりました。 | Kashikomarimashita. | Baik, saya mengerti. | Menerima permintaan atau instruksi pelanggan. |
| 少々お待ちくださいませ。 | Shōshō omachi kudasai. | Mohon tunggu sebentar. | Meminta pelanggan menunggu dengan sopan. |
| お伺いいたします。 | Oukagai itashimasu. | Saya akan menanyakan/mendatangi Anda. | Digunakan ketika pelayan akan mengambil pesanan atau menanyakan kebutuhan pelanggan. |
Perlu dibedakan pula antara sonkeigo dan kenjōgo. Misalnya, irassharu (いらっしゃる) merupakan bentuk hormat untuk tindakan pihak pelanggan, sedangkan bentuk seperti ukagau (伺う) digunakan untuk merendahkan tindakan pihak pembicara.
Untuk calon pekerja restoran, pemahaman ini lebih penting daripada sekadar menghafal daftar “bahasa sopan”. Materi resmi dari pemerintah Jepang untuk pelayanan restoran juga melatih penggunaan ungkapan pelayanan sekaligus pengecekan ulang pesanan, sehingga ketepatan bahasa berkaitan langsung dengan proses kerja.
Contoh Percakapan Pelayan dan Tamu di Restoran Jepang
Dialog berikut dibuat berdasarkan situasi pelayanan yang memang termasuk dalam pekerjaan food service, seperti mengarahkan pelanggan ke tempat duduk, menerima pesanan, menyajikan makanan, menangani permintaan pelanggan, dan menerima pembayaran.
Materi ujian SSW bidang food service juga secara khusus mencakup bahasa pelayanan dasar, keigo, serta pengetahuan tentang alergi makanan.
1. Menyambut dan Mengarahkan Tamu ke Meja
店員 (Ten’in/Pelayan):
いらっしゃいませ。何名様ですか。
Irasshaimase. Nanmei-sama desu ka?
(Selamat datang. Untuk berapa orang?)
お客様 (Okyaku-sama/Pelanggan):
二名です。
Nimei desu.
(Untuk dua orang.)
店員:
かしこまりました。こちらのお席へどうぞ。
Kashikomarimashita. Kochira no oseki e dōzo.
(Baik. Silakan ke tempat duduk di sini.)
Ungkapan seperti irasshaimase dan nanmei-sama desu ka cocok digunakan untuk membuka interaksi karena pelayanan restoran memang mencakup penyambutan dan mengarahkan pelanggan ke tempat duduk.
2. Mencatat Pesanan dan Menanyakan Alergi
店員:
ご注文はお決まりですか。
Gochūmon wa okimari desu ka?
(Apakah pesanannya sudah siap?)
お客様:
はい。ラーメンを一つと、餃子を一つお願いします。
Hai. Rāmen o hitotsu to, gyōza o hitotsu onegaishimasu.
(Ya. Satu ramen dan satu gyoza.)
店員:
かしこまりました。食物アレルギーはございますか。
Kashikomarimashita. Shokumotsu arerugī wa gozaimasu ka?
(Baik. Apakah ada alergi makanan?)
お客様:
はい、卵アレルギーがあります。
Hai, tamago arerugī ga arimasu.
(Ya, saya memiliki alergi telur.)
Menanyakan alergi bukan sekadar tambahan percakapan untuk artikel ini. Pengetahuan tentang food allergy dan penanganannya memang tercantum dalam materi resmi ujian keterampilan SSW bidang food service.
3. Menyajikan Pesanan dan Memastikan Hidangan Lengkap
店員:
お待たせいたしました。ラーメンと餃子でございます。
Omatase itashimashita. Rāmen to gyōza de gozaimasu.
(Maaf sudah menunggu. Ini ramen dan gyozanya.)
店員:
ご注文は以上でよろしいでしょうか。
Gochūmon wa ijō de yoroshii deshō ka?
(Apakah pesanannya sudah lengkap?)
お客様:
はい、大丈夫です。
Hai, daijōbu desu.
(Ya, sudah lengkap.)
Ungkapan omatase itashimashita membantu membuat dialog terdengar seperti interaksi pelayanan, bukan percakapan bahasa Jepang sehari-hari biasa. Pelayanan makanan dan penyajian hidangan juga termasuk pekerjaan yang tercantum dalam cakupan resmi bidang food service.
4. Melayani Pembayaran
お客様:
お会計をお願いします。
Okaikei o onegaishimasu.
(Minta tagihannya, ya.)
店員:
かしこまりました。お会計は2,500円でございます。
Kashikomarimashita. Okaikei wa ni-sen gohyaku-en de gozaimasu.
(Baik. Totalnya 2.500 yen.)
お客様:
はい、お願いします。
Hai, onegaishimasu.
(Baik, ini.)
店員:
ありがとうございます。またお越しくださいませ。
Arigatō gozaimasu. Mata okoshi kudasaimase.
(Terima kasih. Silakan datang kembali.)
Penerimaan pembayaran memang termasuk tugas pelayanan dalam bidang food service menurut Imigrasi Jepang. Jadi, latihan dialog sampai tahap pembayaran relevan dengan situasi kerja yang sebenarnya, bukan sekadar contoh percakapan buatan.

Mau Kerja di Restoran dan Hotel Jepang Tanpa Kendala Bahasa? Yuk, Belajar Bahasa Bersama Cetta Japanese!
Standar pelayanan prima (omotenashi) di Jepang menuntut ketepatan penggunaan bahasa sopan kerja agar tamu merasa dihargai.
Menguasai tata bahasa layanan dan Baito Keigo adalah kunci utama agar kamu percaya diri menghadapi wawancara kerja serta lancar melayani tamu di industri F&B dan perhotelan Jepang.
Supaya persiapan bahasa kerjamu makin matang dan tidak kagok saat bertugas di lapangan, Cetta Japanese menyediakan berbagai program kelas yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan:
- Intensif Class: Kelas percepatan buat kamu yang mau ngebut mengejar target kemampuan bahasa Jepang untuk persiapan kerja atau visa SSW dalam waktu singkat.
- Reguler Class: Pilihan pas buat belajar terstruktur dari level dasar dengan ritme santai dan konsisten.
- Private 1 on 1: Kursus eksklusif berdua bareng Sensei untuk bedah materi khusus hospitality, Keigo, dan simulasi wawancara kerja.
- Small Group Class: Kelas Bahasa Jepang eksklusif terdiri dari 2–4 peserta dengan Sensei dan jadwal pilihan yang fleksibel.
- Japanese Conversation: Kelas khusus untuk melatih kelancaran berbicara dan rasa percaya diri saat berkomunikasi langsung dalam berbagai situasi kerja dan sosial nyata.
Jangan biarkan rasa grogi atau kendala bahasa menghambat langkahmu untuk berkarier di industri kuliner dan perhotelan Jepang.
Amankan slot belajarmu sekarang dan konsultasikan target kariermu di Jepang secara gratis hari ini di Cetta Japanese!