Berapa Gaji Kerja di Jepang 2026: Segini Nominalnya

potret pekerja asing yang menerima gaji kerja di Jepang 2026
Daftar Isi

Konnichiwa, Minna! Negeri Sakura masih menjadi salah satu destinasi impian pencari kerja asal Indonesia. Selain budaya dan lingkungannya yang bersih, standar upah yang tinggi selalu sukses bikin WNI tergiur.

Memasuki tahun 2026, pemerintah Jepang terus melakukan penyesuaian regulasi upah demi menarik minat tenaga kerja asing. Jadi, kira-kira berapa sebenarnya gaji kerja di Jepang?

Lewat artikel ini, Cetta Japanese akan membahas gaji kerja di Jepang tahun 2026 lengkap dengan kisaran gaji berdasarkan sektor pekerjaannya. Yomimashou!

CTA Banner kursus bahasa Jepang untuk persiapan kerja di Jepang

Berapa Upah Minimum Pekerja di Jepang 2026?

Sebelum membahas gaji berdasarkan profesi, penting untuk mengetahui bahwa Jepang menggunakan sistem upah minimum per jam (minimum hourly wage). Artinya, setiap prefektur memiliki standar upah minimum yang berbeda-beda sesuai kondisi ekonomi daerah tersebut.

Dilansir dariTokyo Portfolio, rata-rata upah minimum nasional Jepang per Oktober 2025 mencapai sekitar 1.121 yen per jam. Sementara itu, Tokyo menjadi prefektur dengan upah minimum tertinggi, yaitu sekitar 1.226 yen per jam.

Rencananya, Pemerintah Jepang juga menargetkan kenaikan upah minimum hingga 1.500 yen per jam. Tolak ukur ini masih menjadi acuan utama hingga pertengahan 2026, loh.

 Jika diasumsikan, seorang pekerja di Jepang akan bekerja:

  • 8 jam per hari
  • 22 hari kerja per bulan

Maka penghasilan minimumnya sekitar 197.000–216.000 yen per bulan, tergantung prefektur tempat bekerja. Namun, pada praktiknya banyak pekerja asing memperoleh penghasilan yang lebih tinggi karena adanya tunjangan atau keterampilan khusus seperti bahasa.

Rincian Gaji per Sektor Pekerjaan di Jepang

Besaran gaji kerja di Jepang juga sangat dipengaruhi oleh sektor industri yang dipilih. Menurut riset Tokyo Portfolio yang telah menganalisis lebih dari 5.000 data profesional di Jepang, sektor kesehatan, teknologi, hingga keuangan termasuk industri dengan rata-rata pendapatan tertinggi. 

Berikut perkiraan rata-rata gaji berdasarkan sektor pekerjaannya:

Bidang PekerjaanEstimasi Gaji/Bulan (Yen)Perkiraan dalam Rupiah
Manufaktur/Pabrik¥190.000–260.000±Rp21,16–28,96 juta
Caregiver (Kaigo)¥210.000–320.000±Rp23,39–35,64 juta
Hospitality/Hotel¥200.000–300.000±Rp22,28–33,42 juta
Restoran¥190.000–280.000±Rp21,16–31,19 juta
Konstruksi¥230.000–350.000±Rp25,62–38,99 juta
Pertanian¥180.000–260.000±Rp20,05–28,96 juta
Software Engineer (IT)¥300.000–600.000+±Rp33,42–66,83 juta+
Engineer¥350.000–700.000+±Rp38,99–77,97 juta+

Estimasi konversi menggunakan kurs ¥1 sekitar Rp111,39, ya. Nilai dalam rupiah dapat berubah mengikuti kurs yang berlaku pada Juli 2026.

Selain itu, perlu diketahui bahwa angka tersebut merupakan kisaran rata-rata. Besarnya gaji tetap dipengaruhi oleh:

  • Jenis visa atau status pekerjaan
  • Pengalaman kerja
  • Kemampuan bahasa Jepang
  • Lokasi perusahaan
  • Ukuran perusahaan
  • Sistem kerja (shift atau non-shift)

Bagaimana Level JLPT Mempengaruhi Gaji dan Posisi Kerja?

Selain pengalaman kerja, kemampuan bahasa Jepang juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi peluang karier. Semakin tinggi level Japanese Language Proficiency Test (JLPT) yang dimiliki, semakin besar kesempatan untuk memperoleh posisi dengan gaji yang lebih kompetitif.

Secara umum, gambaran peluang kerja berdasarkan level JLPT adalah sebagai berikut:

Level JLPTPeluang Posisi
N4Pabrik, restoran, pertanian, pekerjaan entry level
N3Operator senior, customer service, administrasi sederhana
N2Staff kantor, supervisor, teknisi, HR, customer relation
N1Interpreter, translator, manajer, profesional, konsultan

Meski tidak semua perusahaan mensyaratkan sertifikat JLPT, banyak perusahaan Jepang menjadikan kemampuan bahasa sebagai salah satu indikator kesiapan calon pekerja.

Dengan kemampuan komunikasi yang baik, cetz juga lebih mudah memperoleh promosi jabatan. Selain itu, cetz akan lebih mudah berinteraksi langsung dengan pelanggan maupun rekan kerja di Jepang.

Tunjangan dan Benefit Tambahan

Saat menghitung gaji kerja di Jepang, jangan hanya melihat nominal gaji pokok. Pasalnya, banyak perusahaan juga memberikan berbagai benefit yang nilainya cukup besar. 

Dilansir dari Japan Dev, perusahaan di Jepang wajib memberikan beberapa tunjangan dan perlindungan dasar bagi pekerjanya, termasuk pekerja asing. 

BenefitPenjelasan
Asuransi Kesehatan (健康保険 / Kenkō Hoken)Menanggung sekitar 70% biaya pengobatan. Premi dibayar bersama oleh perusahaan dan pekerja. Jika pekerja sakit dan tidak dapat bekerja, tersedia kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Asuransi Pensiun (厚生年金 / Kōsei Nenkin)Program pensiun wajib bagi pekerja. Iuran dibayar bersama oleh perusahaan dan pekerja, serta memberikan manfaat pensiun, pensiun disabilitas, dan santunan bagi ahli waris.
Asuransi Ketenagakerjaan (雇用保険 / Koyō Hoken)Memberikan tunjangan saat kehilangan pekerjaan sekaligus mendukung pelatihan atau peningkatan keterampilan agar lebih mudah memperoleh pekerjaan baru.
Asuransi Kecelakaan Kerja (労災保険 / Rōsai Hoken)Melindungi pekerja jika mengalami kecelakaan saat bekerja maupun dalam perjalanan menuju tempat kerja. Seluruh premi ditanggung oleh perusahaan.
Asuransi Perawatan Lansia (介護保険 / Kaigo Hoken)Berlaku bagi peserta berusia 40 tahun ke atas untuk membantu pembiayaan layanan perawatan jangka panjang ketika dibutuhkan.
Tunjangan Anak (子ども・子育て拠出金)Bantuan dari pemerintah bagi keluarga yang memiliki anak sesuai ketentuan usia dan jumlah anak. Kontribusinya berasal dari pemberi kerja.

Selain benefit yang diwajibkan pemerintah, banyak perusahaan di Jepang juga memberikan fasilitas tambahan yang dapat meningkatkan total kompensasi pekerja, seperti:

  • Bonus musim panas dan musim dingin
  • Tunjangan transportasi
  • Tunjangan tempat tinggal
  • Uang makan
  • Uang lembur
  • Cuti tahunan berbayar

Gaji Pekerja Indonesia di Jepang vs Negara Lain: Apakah Worth It?

Sebelum memutuskan bekerja di luar negeri, tidak sedikit calon pekerja Indonesia yang membandingkan besaran gaji di beberapa negara tujuan, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

Berdasarkan data perbandingan gaji dari Wage.is, berikut adalah estimasi gaji di Jepang dan negara lainnya:

NegaraRata-rata Gaji Kotor/BulanPerkiraan dalam Rupiah
Jepang¥398.333±Rp44,37 juta
Korea Selatan₩3.960.000±Rp46,89 juta
🇹🇼 TaiwanNT$58.000±Rp31,90 juta

Kisaran Biaya Hidup di Jepang 2026

Selain mempertimbangkan gaji kerja di Jepang, Cetz juga perlu memperhitungkan biaya hidup di Jepang, ya! Dilansir dari Numbeo, rata-rata biaya hidup di Jepang masih tergolong lebih tinggi dibanding Indonesia.

Berikut perkiraan biaya hidup bulanan untuk satu orang di Jepang:

KebutuhanEstimasi Biaya/BulanPerkiraan Rupiah*
Makan di restoran murah¥1.000 sekali makan±Rp111 ribu
Belanja bahan makanan¥30.000–45.000±Rp3,34–5,01 juta
Transportasi umum (tiket bulanan)¥10.000±Rp1,11 juta
Internet¥4.800±Rp535 ribu
Utilitas (listrik, air, gas)¥23.000±Rp2,56 juta
Sewa apartemen 1 kamar (pusat kota)¥78.000–110.000±Rp8,69–12,25 juta
Sewa apartemen 1 kamar (luar pusat kota)¥50.000–75.000±Rp5,57–8,35 juta

Estimasi konversi menggunakan kurs yen tanggal 3 Juli 2026, yaitu Rp111,39.

FAQ Seputar Gaji Kerja di Jepang

1. Apakah gaji kerja di Jepang sudah termasuk uang lembur?

Sebagian perusahaan mencantumkan gaji pokok saja, sedangkan uang lembur dihitung terpisah sesuai jumlah jam kerja tambahan.

2. Berapa gaji bersih yang diterima pekerja di Jepang?

Sebagai gambaran, pekerja dengan gaji ¥250.000 per bulan umumnya menerima sekitar ¥220.000–235.000 setelah potongan.

3. Apakah pekerja asing mendapatkan tunjangan yang sama dengan pekerja Jepang?

Ya. Selama memenuhi persyaratan dan bekerja secara legal, pekerja asing berhak memperoleh berbagai perlindungan seperti asuransi kesehatan.

CTA Banner kursus bahasa Jepang untuk persiapan kerja di Jepang

Raih Peluang Kerja di Jepang Bersama Cetta Japanese!

Besarnya gaji kerja di Jepang memang dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari jenis pekerjaan, lokasi perusahaan, pengalaman kerja, hingga kemampuan bahasa Jepang yang dimiliki.

Oleh karena itu, mempersiapkan kemampuan bahasa sejak di Indonesia menjadi salah satu investasi  untuk memperoleh posisi terbaik saat bekerja di Jepang. Melalui kelas Super Intensive (Accelerated Program) dan Japanese Conversation Program dari Cetta Japanese, Cetz akan belajar bahasa Jepang secara lebih cepat dan terarah untuk mempersiapkan diri bekerja di Jepang.

Kenapa Belajar di Cetta Japanese?

  • Tutor Profesional & Berpengalaman: Belajar bersama tutor yang memahami kebutuhan calon pekerja, mahasiswa, maupun peserta program kerja ke Jepang.
  • Kurikulum Terstruktur: Materi disusun secara sistematis mulai dari dasar bahasa Jepang hingga persiapan menghadapi ujian JLPT dan komunikasi di dunia kerja.
  • Kelas Live Interaktif via Zoom: Tidak hanya belajar teori, Cetz akan diajak aktif berbicara melalui berbagai simulasi percakapan sehingga lebih percaya diri saat berkomunikasi dengan penutur asli.

Masih bingung memilih kelas yang sesuai dengan targetmu? Tim Cetta Japanese siap membantu memberikan rekomendasi program belajar yang paling tepat. 

Yuk, konsultasikan kebutuhan belajarmu bersama admin Cetta Japanese melalui WhatsApp dan wujudkan impian berkarier di Negeri Sakura. Kyoushitsu de aimashou!

Daftar Isi
Artikel Terbaru
Tata Bahasa JLPT N2_ Ni sakitatte _ Ni sakidachi
Tata Bahasa JLPT N2 – Ni sakitatte / Ni sakidachi に先立って/に先立ち

Pola に先立って/に先立ち (ni sakitatte / ni sakidachi) sering…

Kosakata JLPT N2 Hubungan Sosial
Kosakata JLPT N2: Hubungan Sosial

Artikel ini membahas kosakata bahasa Jepang yang berhubungan…

potret laki-laki yang wawancara untuk tokutei ginou
Magang atau Tokutei Ginou? Cek Perbedaannya Jika Ingin Kerja di Jepang

Konnichiwa, Minna! Apakah cetz sedang menyiapkan diri untuk…