Seperti Apa Budaya Olahraga Jepang? Ini Fakta Menariknya!

Cover Seperti Apa Budaya Olahraga Jepang, Ini Fakta Menariknya!
Daftar Isi

Budaya olahraga Jepang memperlihatkan hubungan antara sejarah, tradisi, dan kehidupan modern masyarakatnya. Dari ritual sumo hingga sorakan suporter sepak bola, olahraga menjadi bagian dari hiburan, pendidikan, dan interaksi sosial sehari-hari.

Ketertarikan terhadap olahraga Jepang juga tumbuh melalui pertandingan internasional, kompetisi sekolah, dan anime bertema olahraga. Berbagai hal tersebut turut memperkenalkan budaya Jepang, khususnya tradisi dan perkembangan olahraganya, kepada masyarakat luas.

Namun, ada sejarah dan kebiasaan yang membuat olahraga di Jepang memiliki karakteristik tersendiri. Simak pembahasan berikut ini untuk mengenal budaya olahraga Jepang lebih dekat!

Perkembangan Olahraga di Jepang

Sejarah olahraga Jepang dipengaruhi oleh kepercayaan lokal, sistem sosial, dan budaya dari negara lain. Shinto, Buddhisme, serta tradisi samurai turut membentuk perkembangan seni bela diri dan budaya olahraga Jepang.

Pada masa feodal, keterampilan bela diri seperti menggunakan pedang dan busur berkembang untuk keperluan militer. Seiring waktu, beberapa praktik tersebut berkembang menjadi seni bela diri tradisional, seperti kendo (anggar Jepang) dan kyūdō (panahan Jepang), yang menekankan teknik dan disiplin.

Perkembangan olahraga Jepang memasuki babak baru sejak Restorasi Meiji pada 1868. Ketika Jepang mulai mengadopsi budaya Barat, olahraga seperti bisbol dan sepak bola diperkenalkan melalui sekolah dan kemudian berkembang di masyarakat.

Memasuki abad ke-20, olahraga di Jepang semakin terorganisasi melalui pembentukan federasi nasional dan penyelenggaraan kompetisi. Judo juga berkembang menjadi olahraga internasional, sementara bisbol dan sepak bola tumbuh melalui liga profesional serta dukungan penggemar yang luas.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa olahraga Jepang bukan sekadar peninggalan tradisional. Berbagai cabang terus berkembang melalui pendidikan, kompetisi, dan pertukaran budaya, sehingga olahraga tradisional dan modern dapat hidup berdampingan dalam masyarakat.

Olahraga Tradisional Jepang dan Filosofi di Baliknya

Sejumlah olahraga tradisional Jepang memiliki hubungan dengan ritual keagamaan, keterampilan bela diri, dan tata cara latihan tertentu. Berikut beberapa cabang yang dapat membantu kamu memahami sejarah serta nilai budaya di balik olahraga Jepang.

1. Sumo

Sumo merupakan gulat tradisional Jepang yang memiliki hubungan erat dengan ritual Shinto. Menurut Japan National Tourism Organization (JNTO), sumo awalnya berkaitan dengan ritual untuk menghormati dewa dalam kepercayaan Shinto sebelum berkembang menjadi tontonan dan olahraga profesional.

Salah satu ciri khasnya adalah ritual sebelum pertandingan, seperti menaburkan garam ke arena atau dohyō. Pegulat juga melakukan gerakan menghentakkan kaki yang dikenal sebagai shiko. Unsur tersebut membuat sumo berbeda dari pertandingan gulat pada umumnya.

2. Judo

Judo dikembangkan oleh Jigoro Kano pada 1882 dengan mengadaptasi sejumlah teknik jujutsu. Nama judo dapat diterjemahkan sebagai jalan yang lembut, sedangkan latihannya mengajarkan cara menggunakan keseimbangan dan gerakan lawan untuk melakukan teknik secara efektif.

Judo juga memiliki prinsip seiryoku zen’yō, yaitu penggunaan energi secara efektif, serta jita kyōei, yang menekankan kemajuan dan kesejahteraan bersama. Prinsip tersebut berkaitan dengan gagasan bahwa latihan dapat membantu seseorang mengembangkan kemampuan sekaligus menghargai orang lain.

3. Kendo

Kendo berkembang dari latihan berpedang yang berkaitan dengan keterampilan samurai. Penggunaan pedang bambu (shinai) dan perlengkapan pelindung memungkinkan peserta berlatih serta bertanding dengan aturan yang lebih terstruktur dibandingkan penggunaan pedang sungguhan.

4. Kyudo

Sementara itu, kyudo merupakan seni memanah Jepang yang menekankan teknik, postur, dan konsentrasi. Kedua cabang ini menunjukkan bagaimana keterampilan yang dahulu berkaitan dengan peperangan berkembang menjadi praktik olahraga dengan aturan dan tata cara latihan tersendiri.

Olahraga yang Populer di Jepang

Selain seni bela diri, berikut sejumlah olahraga modern yang memiliki penggemar besar di Jepang. 

1. Bisbol (Yakyū)

Bisbol diperkenalkan di Jepang oleh Horace Wilson pada 1872 dan mulai berkembang melalui lingkungan pendidikan. Popularitasnya meningkat seiring bertambahnya kompetisi sekolah dan terbentuknya liga profesional, yang kemudian berkembang menjadi Nippon Professional Baseball (NPB).

Salah satu tradisi yang menarik adalah turnamen bisbol SMA nasional di Stadion Koshien. Kompetisi ini mempertemukan tim sekolah dari berbagai prefektur dan mendapat perhatian luas melalui siaran pertandingan. Suporter juga memiliki lagu khusus untuk mendukung pemain favorit mereka.

2. Sepak Bola (Sakkā)

Sepak bola diperkenalkan ke Jepang pada abad ke-19, kemudian berkembang melalui sekolah, kompetisi nasional, dan tim perwakilan. Japan Football Association (JFA) berdiri pada 1921, sedangkan liga profesional J.League resmi dimulai pada 1993.

Perkembangan liga profesional membantu klub membangun identitas daerah dan menjangkau lebih banyak penggemar. Tim nasional putra yang dikenal sebagai Samurai Blue dan tim nasional putri Nadeshiko Japan juga memiliki pendukung yang mengikuti pertandingan internasional.

3. Voli (Barebōru)

Voli diperkenalkan di Jepang pada 1908 melalui Tokyo YMCA. Japan Volleyball Association kemudian berdiri pada 1927, diikuti pencapaian internasional yang memperkuat popularitas olahraga ini, termasuk medali emas tim putri pada Olimpiade Tokyo 1964 dan tim putra pada Olimpiade Munich 1972.

Tim nasional putra dan putri Jepang memiliki sejarah panjang di kompetisi internasional. Pertandingan mereka juga menarik perhatian penggemar melalui liga domestik dan turnamen dunia.

4. Basket (Basukettobōru)

Basket berkembang melalui sekolah, klub, dan kompetisi nasional di Jepang. Olahraga ini menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler sekaligus memperoleh perhatian melalui kompetisi profesional dan penampilan tim nasional putra maupun putri.

Anime dan manga juga membantu memperkenalkan basket kepada penonton internasional. Slam Dunk, misalnya, mengikuti perjalanan pemain SMA dan memperlihatkan latihan, strategi, serta persaingan antartim. 

Fakta Menarik Budaya Olahraga Jepang

Budaya olahraga Jepang tidak hanya terlihat dari jenis permainan dan prestasi atlet. Kebiasaan suporter, tradisi sekolah, hingga istilah yang digunakan selama latihan juga memperlihatkan hubungan olahraga dengan kehidupan sosial masyarakat Jepang.

1. Suporter Jepang Punya Tradisi Sorakan yang Terorganisasi

Dalam pertandingan bisbol Jepang, suporter sering memberikan dukungan melalui lagu khusus, drum, terompet, dan bendera. Kelompok pendukung terorganisasi ini dikenal sebagai ōendan (応援団), yang membantu membangun suasana pertandingan sekaligus mengajak penonton lain ikut bersorak.

Setiap pemain dapat memiliki lagu dukungan sendiri, sehingga suasana tribun berubah mengikuti jalannya pertandingan. Kebiasaan ini bisa kamu temukan dalam pertandingan bisbol profesional maupun kompetisi sekolah.

2. Turnamen Bisbol SMA Koshien Menjadi Tradisi Olahraga Nasional

National High School Baseball Championship di Stadion Koshien merupakan turnamen bisbol SMA yang mendapat perhatian luas di Jepang. Tim dari berbagai prefektur berkompetisi untuk mewakili sekolah dan daerahnya, sementara keluarga, teman, serta alumni datang memberikan dukungan.

Salah satu tradisinya adalah pemain tim yang kalah membawa pulang tanah lapangan sebagai kenang-kenangan. Mengutip dari situs resmi pemerintah Jepang, turnamen ini juga mencerminkan dukungan terhadap sekolah dan daerah asal.

3. Klub Olahraga Sekolah Membentuk Kebiasaan Berlatih Bersama

Kegiatan ekstrakurikuler olahraga di sekolah Jepang dikenal sebagai bukatsu (部活), singkatan dari bukatsudō (部活動) atau kegiatan klub. Siswa dapat mengikuti klub bisbol, sepak bola, voli, basket, kendo, dan berbagai cabang lainnya sesuai pilihan sekolah.

Dalam klub, siswa berlatih bersama, mempersiapkan pertandingan, serta menjalankan tanggung jawab sebagai anggota tim. Beberapa klub juga memiliki hubungan senior-junior yang disebut senpai–kōhai (先輩・後輩), yaitu hubungan antara anggota yang lebih senior dan junior.

4. Istilah Jepang Mencerminkan Etika dalam Latihan

Berikut beberapa istilah Jepang yang membantu mengenali konteks interaksi saat menonton pertandingan atau mempelajari budaya olahraga Jepang.

  • Rei (礼): Berarti penghormatan atau tata krama. Dalam judo dan kendo, istilah ini berkaitan dengan kebiasaan membungkuk kepada pelatih, rekan latihan, atau lawan pada momen tertentu.
  • Budō (武道): Berarti jalan bela diri dan merujuk pada praktik bela diri yang juga menekankan etika serta pengembangan diri.
  • Ganbaru (頑張る): Berarti berusaha dengan tekun atau melakukan yang terbaik. Ungkapan ini dapat digunakan untuk menyemangati atlet agar terus berusaha selama latihan atau pertandingan.

Istilah tersebut tidak hanya digunakan dalam olahraga, tetapi juga kehidupan sehari-hari. Untuk memperkaya pemahaman, pelajari juga kosakata olahraga bahasa Jepang. 

5. Anime Olahraga Memperkenalkan Cabang Olahraga kepada Penggemar

Anime dan manga juga membantu penonton internasional mengenal olahraga Jepang. Contohnya seperti Haikyuu!! mengangkat voli, Slam Dunk membahas basket, Blue Lock berfokus pada sepak bola, dan Tsurune memperkenalkan kyūdō.

Karya-karya tersebut memperkenalkan teknik, strategi, dan dinamika tim melalui cerita fiksi. Penonton juga bisa mengenal olahraga tradisional Jepang dan budaya olahraga Jepang sebelum mempelajari aturan, kompetisi, dan atlet sungguhan.

7. Undōkai di Sekolah Jepang

Di Jepang, banyak sekolah mengadakan undōkai (運動会), yaitu festival olahraga yang melibatkan siswa dalam berbagai perlombaan. Selain menguji kemampuan fisik, acara ini menanamkan nilai kerja sama, sportivitas, dan kebersamaan dalam budaya pendidikan Jepang.

Kenali Budaya Jepang Lebih Dekat dengan Belajar Bahasanya di Cetta Japanese!

Mengenal budaya olahraga Jepang dapat menjadi cara untuk memahami sejarah, kebiasaan, dan bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kamu bisa mulai dari istilah umumnya, lalu mempelajari bagaimana penggunaannya berubah sesuai konteks.

Dengan belajar bahasa Jepang di Cetta Japanese, kamu bisa mengenal bahasa dan budaya Jepang lebih dekat. Mulai perjalanan belajarmu dari kelas Elementary, kelas dasar untuk pemula yang ingin belajar dari nol, mulai dari Hiragana, Katakana, tata bahasa dasar, kosakata, hingga percakapan sederhana.

Yuk, konsultasikan sekarang pilihan kelas yang sesuai dengan kebutuhanmu dan mulai jelajahi budaya Jepang dari hal yang kamu sukai!

Daftar Isi
Artikel Terbaru
ilustrasi perempuan yang takut terhadap hantu jepang paling menyeramkan
7 Hantu Jepang Paling Menyeramkan versi Cetta, Bikin Merinding!

Konnichiwa, Minna! Tahukah cetz, Jepang bukan cuma terkenal…

ilustrasi pekerja yang tau cara mengatur gaji selama kerja di jepang
Cara Mengatur Gaji Selama Kerja di Jepang agar Bisa Menabung dan Kirim ke Keluarga

Konnichiwa, Minna! Gimana kabar cetz yang sedang bekerja…

mahasiswi penerima Ajinomoto Scholarship
Ajinomoto Scholarship: Syarat Lengkap dan Timeline Apply

Konnichiwa, Minna! Ingin melanjutkan studi S2 di Jepang…