Gaokao: Ujian Nasional China yang Menentukan Masa Depan Jutaan Siswa

Nǐ hǎo, Cetz! Gimana nih perkembangan belajar bahasa Mandarinnya? Selain belajar bahasa, Cetz juga bisa mengenal budaya dan kehidupan di China, misalnya apa itu ujian 高考 (Gāokǎo). Ujian ini dikenal sebagai salah satu ujian paling kompetitif di dunia karena menentukan peluang siswa untuk masuk ke universitas terbaik di China, seperti halnya UTBK-SNBT di Indonesia. Melalui […]
Apa Itu Suiseki: Seni Batu Alam Jepang yang Sarat Makna Filosofis

Artikel ini membahas tentang apa itu Suiseki, mulai dari makna filosofis di baliknya hingga sejarahnya yang sarat akan pengaruh budaya Zen. Kamu bakal diajak menyelami seni batu alam Jepang yang unik dan punya nilai seni tinggi ini. Melihat keindahan tidak melulu soal bunga yang mekar atau lukisan yang penuh warna. Orang Jepang punya cara unik […]
Tata Bahasa JLPT N3: ~ふり (furi)

Artikel ini membahas pola kalimat yang bisa kita pakai dalam kehidupan sehari-hari dan sering muncul dalam anime ataupun komik. Kali ini kita akan belajar tentang ~ふり furi yang berarti “berpura-pura”. Yuk, kita pelajari bagaimana pola ini bekerja dalam berbagai kalimat! Tutor Cetta akan bantu kamu memahami logika di balik struktur kalimat Jepang. Dengan memahami pola […]
Tata Bahasa JLPT N3: Perbedaan だらけ (darake) & ~まみれ (mamire)

Artikel ini membahas perbedaan struktur dasar kalimat N3 antara だらけ dan まみれ. Keduanya merupakan akhiran yang menempel pada kata benda, sering digunakan untuk menyatakan kalimat bernuansa negatif, yang berkaitan dengan kotor, buruk, dan juga tidak menyenangkan. Keduanya, sering tertukar karena maknanya yang sama-sama “sangat banyak” dan “memenuhi” suatu hal, tempat, atau barang. Namun tentunya keduanya […]
Tata Bahasa JLPT N3: Perbedaan たまま (ta mama) & っぱなし (ppanashi)

Artikel ini membahas perbedaan nuansa yang muncul dari penggunaan たまま&っぱなし. Keduanya pola kalimat ini biasanya digunakan untuk menyatakan kondisi sesuatu masih tetap sama dan dibiarkan sejak suatu tindakan dilakukan. Namun keduanya memiliki pola dan nuansa yang berbeda, sehingga bila penggunaannya tidak tepat maka akan terjadi salah paham. Yuk, kita pelajari bagaimana pola ini bekerja dalam […]
Tata Bahasa JLPT N3: Perbedaan 向け muke &向き muki

Artikel ini membahas perbedaan struktur dasar kalimat bahasa Jepang N3 antara 向け muke &向き muki. Keduanya pola kalimat ini sering digunakan untuk menyatakan suatu barang atau hal itu diperuntukan atau cocok untuk golongan orang tertentu. Namun secara luas memiliki makna yang lain juga. Pada artikel kali ini, kita fokuskan perbedaan antara 向け muke &向き muki […]
Tata Bahasa JPLT N3: Pola Kalimat さえ (sae)

Artikel ini membahas struktur dasar kalimat bahasa Jepang N3 yaitu さえ. Variasi untuk pola kalimat ini lumayan banyak, tapi jangan bingung! Kunci untuk menaklukkan pola N3 ini adalah memahami bahwa さえ pada dasarnya berarti ‘bahkan’. Baik itu berdiri sendiri atau bergabung menjadi さえ~ば, pola ini adalah cara ampuh untuk menyatakan syarat minimal atau situasi yang […]
Tata Bahasa JLPT N4 – Perbedaan ~ni shimasu, ~ni narimasu dan ~koto ni shimasu, ~koto ni narimasu

Artikel ini membahas perbedaan penggunaan pola ~にします / ~になります serta ~ことにします / ~ことになります dalam bahasa Jepang. Keempat pola tersebut sering digunakan untuk menyatakan pilihan, keputusan, atau perubahan keadaan, sehingga dalam beberapa situasi tampak memiliki makna yang serupa. Namun, sebenarnya terdapat perbedaan fungsi dan konteks penggunaan di antara pola-pola tersebut. Tanpa memahami perbedaannya, pembelajar bahasa Jepang […]
Tata Bahasa JLPT N4 – Perbedaan ~ba / ~nara dan ~baai

Artikel ini akan membahas tentang pola yang menyatakan kondisi atau situasi tertentu menggunakan ~ba (~ば) atau ~nara (~なら), dan ~baai (~場合). Ketiga pola ini sering diterjemahkan sebagai “jika” atau “apabila” dalam bahasa Indonesia, sehingga sekilas tampak memiliki fungsi yang sama. Namun, masing-masing memiliki nuansa dan konteks penggunaan yang berbeda. Jika perbedaan tersebut tidak dipahami dengan […]
Tata Bahasa JLPT N4 – Perbedaan ~て (te) dan ~のは~です (…no wa…desu)

Dalam bahasa Jepang, terdapat beberapa pola yang dapat digunakan untuk menyatakan alasan atau sebab. Selain pola yang secara langsung berarti “karena”, seperti ~から (kara) atau ~ので (no de), terdapat juga pola lain seperti ~て (te)、~で (de)、~なくて (nakute), serta ~のは~です (…no wa…desu) yang dalam konteks tertentu dapat digunakan untuk menjelaskan penyebab suatu keadaan. Sekilas, pola-pola tersebut […]